4+ Pakaian Adat Kalimantan Selatan

Pakaian adat Kalimantan Selatan – Wilayah Kalimantan Selatan atau yang sering disebut dengan Kalsel merupakan provinsi yang terletak di pulau Kalimantan.

Pada zaman dahulu Kalimantan Selatan memiliki 3 kerajaan besar yaitu kerajaan negara Dipa, kerajaan negara Daha dan Kesultanan Banjar. Kalimantan Selatan terletak pada pulau Kalimantan bagian Tenggara yang memiliki dataran rendah dan tinggi.

Wilayah dataran rendah Kalimantan Selatan tekstur lahan tanah menyerupai tanah gambut serta banyak rawa. Sedangkan wilayah dataran tinggi hampir rata seperti hutan tropis.

Kalimantan Selatan memiliki kaya sumber daya alam berasal dari hutan atau penggalian. Ada beberapa tempat kuliner dan wisata, seperti Pantai, Gunung, Danau.

Kebudayaan antik di Kalimantan Selatan menjadi pusat perhatian wisatawan. Contohnya seperti festival terapung, festival tanglong, dan sebagainya.

Kali ini bahas tentang pakaian adat Kalimantan Selatan, simak penjelasannya sebagai berikut.

Pakaian Adat Bagajah Gamulung Baulur

Pakaian Bagajah Gamulung Baulur salah satu ciri khas Kalimantan Selatan. Biasanya pakaian adat ini digunakan oleh kaum pria dan wanita pada saat pernikahan, akan tetapi berbeda model.

Kaum pria biasanya tidak menggunakan baju, tapi biasanya kaum pria menggunakan baju lengan pendek yang terdapat hiasan manik-manik.

Baju ini tidak memiliki kerah untuk kaum pria. Cara menggunakan dapat dipadukan dengan celana panjang serta aksesoris seperti kalung samban, ikan pinggang, kain motif kelabang dan mahkota kepala.

Sedangkan untuk kaum wanita dapat menggunakan di bagian dada kemudian tambahkan aksesoris. Contoh aksesoris seperti selendang, ikat pinggang, konde menyerupai mahkota, kembang goyang dan lainnya.

Bagian bawahnya menggunakan kain panjang yang motif halilipan sebagai rok. Pakaian adat Bagajah Gamulung merupakan pakaian kaya akan rentengan bunga melati dan mawar yang menghiasi pengantin.

Pakaian Adat Ba’mar Galung Pancaran Matahari

Pakaian adat Ba’mar Galung Pancaran Matahari salah satu busana adat pengantin Kalimantan Selatan sejak abad 17. Pakaian adat ini sangat terkenal di masyarakat Banjar.

Ba’mar Galung Pancaran memberikan kesan pada budaya Jawa karena penggunaan rentengan bunga melati dan mawar. Perpaduan budaya dengan Hindu dapat dilihat dari dekorasi mahkota dan kain terdapat naga.

Kaum wanita menggunakan baju pokok berlengan pendek serta tambahan aksesoris manik-manik yang sudah dibentuk sehingga mempercantik pengantin.

Biasanya ada kida-kida, kida-kida yaitu aksesoris pengantin wanita yang bentuknya segi lima. Fungsi aksesoris ini sebagai penutup dada serta hiasan yang sangat mempesona.

Sedangkan kaum pria menggunakan kemeja lengan panjang dengan kerenda di dada. Kemudian perpaduan jas tanpa kancing serta celana panjang.

Kaum pria disaat pengantin menggunakan kain yang motif halilipan beserta tali wenang yang berfungsi sebagai ikat pinggang.

Pakaian Adat Babaju Kun (Hwa Kun) Galung Pacinan

Pakaian adat Babaju Kung (Hwa kun) Galung Pacinan berasal dari perpaduan budaya Banjar dan budaya Tiongkok. Pakaian adat ini bentuknya hampir menyerupai dengan pakaian adat Betawi.

Karena pada saat itu masuknya pedagang Gujarat dan pedagang China di Kalimantan Selatan. Pengantin pria dapat menggunakan jubah panjang tanpa kancing karena dampak dari pedagang Gujarat.

Kopiah alpe sebagai penutup kepala yang dipadukan dengan berlilitkan sorban atau tanjak laksamana. Selain itu, pengantin pria juga menggunakan rentengan yang terbuat dari bunga melati.

Sedangkan pengantin kaum wanita menggunakan pakaian adat Babaju Kun (Hwa Kun) Pacinan. Baju ini dari kebaya lengan panjang yang menyerupai cheong sham.

Ada jahitan payet yang sangat mempesona dengan gunakan benang warna emas motif bunga teratai. Cara penggunaan dapat dipadukan dengan rok panjang serta tambahan hiasan manik-manik dan diubah dengan motif dari tirai bambu.

Sedangkan bagian kepala, pengantin wanita menggunakan mahkota indah yang berhias pertama yang sangat menyilaukan.

Pakaian Adat Babaju Kubaya Panjang

Pakaian adat Babaju Kubaya juga bagian dari Kalimantan. Babaju Kubaya Panjang adalah baju berasal dari keturunan dari ketiga baju pengantin diatas. Babaju Kubaya yang telah dimodifikasi dari baju Ba’amar galung.

Kaum pria menggunakan pakaiannya sama dengan baju Galung Pancar Matahari. Sedangkan kaum wanita menggunakan pakaian kubaya Panjang seperti Galung Pacinan.

Pakaian adat ini sangat populer di masyarakat Kalimantan karena memiliki perpaduan ketiga baju diatas.

Sekian beberapa nama-nama pakaian adat yang perlu anda ketahui dan kita jaga kebudayaan selamanya, semoga bermanfaat.

Guratgarut.com

Show Comments

No Responses Yet

Yakin gak mau komen?