Yoga Pangestu Seorang Santri Blogger Muslim Berasal Dari Kota Lampung yang Sedang Berusaha Mempelajari Ilmu Dunia & Akhirat. Follow IG: @Mcpakaw_yogaswag86

7+ Pakaian Adat Sulawesi Tengah Beserta Gambar

Pakaian adat Sulawesi Tengah – Negara Indonesia memiliki banyak kekayaan kebudayaan dan kesenian hingga terbesar ke Internasional. Maka budaya yang masih ada harus dilestarikan dengan baik untuk masa depan.

Pada zaman dahulu wilayah Sulawesi Tengah merupakan sebuah pemerintahan kerajaan yang memiliki 15 kerajaan. Masyarakat mengenal Sulawesi Tengah sebagai julukan tujuh kerajaan di Timur dan 8 kerajaan di Barat.

Kali ini saya akan membahas nama-nama pakaian adat Sulawesi Tengah untuk menambah pengetahuan dan turut melestarikan sebagai berikut.

Janganlah engkau mengucapkan perkataan yang engkau sendiri tak suka mendengarnya jika orang lain mengucapkannya kepadamu.

Pakaian Adat Pakean Nu’moane (Pria Suku Saluan)

sultengexploride.blogspot.com

Pakaian adat yang pertama yaitu digunakan oleh pria adat Saluan seperti kemeja pria terkenal dengan sebutan nama Pakean Nu’moane. Pemakaian baju adat ini biasanya kombinasi dengan celana panjang disebut Koja dalam bahasa suku Saluan.

Selain itu, juga ada tambahan penutup kepala yaitu menggunakan Sungkup Nu’ubak beserta sarung (lipa) sebagai pelengkap celana panjang.

Pakaian Adat Sungkup Nu’ubak (Wanita Suku Saluan)

gambarseni.com

Sedangkan pakaian adat tradisional ini yang digunakan oleh wanita Saluan pada saat upacara adat tumpe seperti baju Sungkup Nu’ubak. Baju adat wanita Saluan biasanya berwarna merah jambu dengan kombinasi ikat pinggang berwarna hitam.

Tapi tidak hanya itu saja, sebagai pelengkap baju adat ini yaitu menggunakan rok Mahantam berwarna merah jambu dengan bercorak belang-belang.

Untuk mempercantik wanita dengan keindahan baju adat Saluan, ada beberapa tambahan aksesoris. Contohnya seperti kalung atau kalong, anting atau sunting, gelang atau potto, jaling dan selempang atau salandoeng.

Pakaian Adat Nggembe (Wanita Suku Kaili)

wacana.co

Pakaian adat untuk kaum wanita suku Kaili yang berada di kota Palu terkenal dengan bernama baju Nggembe. Oleh karena itu baju adat atau pakaian adat sangat berbeda dengan suku Saluan.

Baju Nggembe adalah baju atasan berbentuk segi empat dengan memiliki lengan selebar kain. Selain itu, dilengkapi dengan penutup dada yaitu hiasan payet hanya sebagai memperindah baju adat perpaduan bawahan sarung tenun Donggala.

Sarung tenun Donggala yaitu aksesoris pada bagian bawah baju adat wanita Kaili yang sebagai pelengkap saja. Sarung tenun sendiri biasanya dihiasi dengan benang emas, jika bahasa suku Kaili disebut Buya Sabe Kumbaja.

Seiring pergantian tahun saat ini, sudah banyak modifikasi penggunaan sarung tenun Donggala dalam mengikat. Lihat pada gambar diatas, ada dua pilihan bagi pengguna dilipat kanan atau kiri tujuannya memperindah dan kebebasan bergerak.

Mempercantik baju adat ini ada beberapa tambahan berbagai aksesoris. Contoh seperti aksesoris kalung beruntai, anting panjang dan pending. Pending yaitu ikat pinggang yang terbuat dari bahan emas maupun perak biasanya digunakan untuk wanita dalam pertunjukan tarian khas Sulawesi Tengah.

Pakaian Adat Koje/Puruka (Pria Suku Kaili)

Baju adat Koje atau Puruka yaitu sebutan pakaian adat yang digunakan kaum pria dari suku Kaili. Terdapat dua bagian jenis pakaian ini yaitu:

  • Baju Koje
  • Puruka Pajama

Baju adat Koje atau Ceki adalah kemeja memiliki lengan panjang, berkerah jadi pas di leher. Baju adat suku Kaili biasanya perpaduan dengan bawahan celana yaitu Puruka Pajana atau celana ketat sampai lutut dengan ukuran lebar.

Sebagai aksesoris pelengkap baju adat untuk pengguna yaitu bagian pinggang, keris, destar atau siga sebagai penutup kepala.

Pakaian Adat Lambu (Wanita Suku Mori)

Selanjutnya pakaian adat yang digunakan kaum wanita suku Mori yaitu baju lambu atau blus lengan panjang berwarna merah. Baju adat ini ada beberapa variasi dan motif rantai kuning perpaduan rok panjang warna merah atau hawu motif warna kuning.

Sebagai pelengkap baju adat ini ada tambahan aksesoris seperti mahkota, konde, tusuk konde, anting, kalung, gelang, cincin dan sebagainya.

Pakaian Adat Lambu (Pria Suku Mori)

Pakaian adat kaum pria suku Mori juga disebut baju lambu yaitu berupa blus memiliki warna merah dan tambahan motif berantai warna kuning. Selain itu, juga dipadukan dengan celana panjang warna merah sering disebut saluara.

Sebagai pelengkap baju adat ini juga ada tambahan aksesoris seperti penggunaan destar, sambengko (selempang) dan metamp ponal ( sarung dan pendang).

Pakaian Adat Badu (Wanita Suku Toli-toli)

Kali ini pakaian adat kaum wanita dari suku Toli-toli yaitu bernama Badu atau blus lengan pendek ada lipatan keci serta hiasan manik-manik dan pita emas.

Biasanya pengguna blus ini ada perpaduan bawahan seperti payuka atau celana panjang beserta hiasan pita emas dan manik-manik. Selain itu, ada tambahan bagi pengguna selempang atau selendang yang taruh dibagian bahu.

Pakaian Adat Blus (Pria Suku Toli-toli)

Pada pembahasan terakhir pakaian adat yaitu berasal dari baju adat suku Toli-toli bernama blus berlengan panjang beserta kerah leher tegak. Tidak hanya itu, ada tambahan sarung sampai batas lutut beserta sanggo penutup kepala.

Demikianlah informasi pakaian adat Sulawesi Tengah yang perlu anda ketahui, pahami dan paling penting melestarikan budaya Indonesia, see you.

Yoga Pangestu Seorang Santri Blogger Muslim Berasal Dari Kota Lampung yang Sedang Berusaha Mempelajari Ilmu Dunia & Akhirat. Follow IG: @Mcpakaw_yogaswag86

Yakin gak mau komen?