Yoga Pangestu Seorang Santri Blogger Muslim Berasal Dari Kota Lampung yang Sedang Berusaha Mempelajari Ilmu Dunia & Akhirat. Follow IG: @Mcpakaw_yogaswag86

6+ Pakaian Adat Sulawesi Utara Beserta Gambar dan Penjelasan (Versi Lengkap)

Pakaian adat Sulawesi Utara – Hai sahabat Yogs, apa kabar baik dan sehat selalu kan? Simak ya. Indonesia memiliki 34 provinsi seluruhnya, salah satu termasuk provinsi Sulawesi Utara.

Provinsi Sulawesi Utara terdapat 4 suku utama yang tinggal di wilayahnya. Seperti suku Gorontalo, suku Minahasa, suku Boolang Mangondow dan suku Sanghe Talaud.

Pastinya setiap suku memiliki baju adat masing-masing yang perlu anda ketahui. Beberapa nama pakaian adat Sulawesi Utara beserta penjelasan sebagai berikut.

Kezaliman akan terus ada, bukan karena banyaknya orang-orang jahat. Tapi karena diamnya orang-orang baik.

Ali bin Abi Thalib

Pakaian Adat Minahasa Bajang

Suku Minahasa memiliki ciri khas pakaian adat. Di wilayah Sulawesi Utara sangat dikenal dengan peradabannya lebih maju jika dibandingkan dengan suku lain pada zamannya.

Sudah banyak bukti dari beberapa aspek seperti pengetahuan dan keterampilan orang-orang suku Minahasa. Tau enggak anda?, disana memintal kapas bisa menjadi kain yang lembut dan nyaman digunakan untuk pakaian sehari-hari yang disebut nama bajang.

Pakaian Adat Gorontalo

Selanjutnya pakaian adat suku Gorontalo yang berbahan kapas mentah yang sudah dipintal menjadi benang. Jika untuk kaum wanita suku Gorontalo memiliki ciri khas berbentuk kebaya tanpa motif dan terdapat sarung di bawah.

Kaum wanita suku Gorontalo juga terdapat aksesoris tambahan seperti ikat pinggang, gelang pedeta dan lainnya.

Sedangkan untuk kaum pria suku Gorontalo menggunakan pakaian berlengan panjang. Ada tambahan aksesoris seperti tudung makuta, pasimeni dan kalung bakso.

Biasanya pakaian adat ini digunakan pada waktu acara pernikahan. Pakaian adat Sulawesi Utara yang terkenal pakaian adat Gorontalo memiliki sejarah terkait warna digunakan.

Pakaian Kohongian

Pakaian adat Kohongian hanya bisa digunakan oleh orang tertentu, tidak bisa digunakan oleh masyarakat umum. Pakaian adat Kohongian digunakan saat upacara pernikahan orang berstatus tingkat dibawah kaum bangsawan.

Mungkin masih ada peraturan sampai saat ini. Jika anda tau, silahkan isi komentar paling bawah sampaikan dengan sopan ya.

Pakaian Adat Boolang Mongondow

Suku Boolang Mongondow tinggal di daerah Sulawesi Utara pernah membentuk sebuah kerajaan pada jaman dahulu. Dikarenakan suku Boolang Mongondow berhasil membawa kemajuan kebudayaan.

Beraneka ragam jenis pakaian adat Sulawesi Utara hadir bahkan menjadi warisan budaya hingga saat ini. Suku Boolang Mongondow setiap hari menggunakan busana dari kulit kayu atau pelepah nanas hanya diambil serat saja.

Serat disebut suku Boolang Mongondow dengan nama lanut, kemudian ditenun menjadi kain. Proses selanjutnya serat tersebut dijahit menjadi busana pakaian sehari-hari.

Pakaian Adat Tonaas Wangko dan Walian Wangko

Pakaian adat Tonaas Wangko adalah pakaian kemeja yang memiliki lengan panjang terdapat kerah dan kancing tanpa kantong sakut. Pakaian adat ini memiliki ciri khas warna yaitu hitam yang dihiasi motif bunga padi di leher baju.

Motif busana adat ini berwarna kuning keemasan, hanya sebagai pelengkap pakaian adat Tonaas Wangko dan topi berwarna merah juga dihiasi motif bunga.

Sedangkan pakaian adat Walian Wangko adalah bagian dari modifikasi bentuk pakaian adat Tonaas Wangko. Perbedaan hanya sedikit panjang seperti jubah atau gamis.

Pakaian adat berwarna putih juga dihiasi corak bunga padi. Sebagai pelengkap pakaian adat yaitu topi porong nimiles. Terbuat dari lilitan 2 buah kain berwarna merah hitam kuning emas.

Sedangkan pakaian adat kaum wanita suku Tonaas Wangko menggunakan kebaya panjang berwarna putih atau ungu. Sebagai pelengkap yaitu kain sarung batik warna hitam dan topi mahkota.

Juga ada tambahan aksesoris seperti selempang warna kuning, kalung leher, sanggul dan selop.

Pakaian Adat Sangihe dan Taulud

Selanjutnya pakaian adat Sangihe dan Taulud, busana ini hanya digunakan saat kegiatan upacara tulude saja. Pakaian adat ini berbahan terbuat dari serat kofo atau jenis tanaman serat pisang yang kuat.

Proses serat pisang kemudian ditenun, dipintal dan dijahit sehingga menjadi sehelai lembar pakaian yang dikenal dengan nama busana laku tepu.

Laku tepu adalah jenis pakaian adat berupa baju lengan panjang. Terdapat tambahan aksesoris seperti popehe (ikat pinggang), bandang (selendang di bahu), paporong (penutup kepala) dan lainnya.

Kaum pria dan wanita suku Sangihe dan Taulud boleh boleh menggunakan pakaian serta perlengkapannya.

Busana Simpal

Terakhir yaitu busana simpal memiliki fungsi mirip seperti pakaian kohongian. Busana simpal adalah busana yang khusus digunakan masyarakat yang termasuk dalam golongan pemerintah atau kerajaan.

Yoga Pangestu Seorang Santri Blogger Muslim Berasal Dari Kota Lampung yang Sedang Berusaha Mempelajari Ilmu Dunia & Akhirat. Follow IG: @Mcpakaw_yogaswag86

Yakin gak mau komen?