Yoga Pangestu Seorang Muslim Berasal Dari Kota Lampung yang Sedang Berusaha Mempelajari Ilmu Dunia & Akhirat.

Pengertian Ekspor dan Impor

Pengertian ekspor dan impor mungkin anda pernah belajar di bangku sekolah. Tapi, apakah anda masih mengingat apa itu ekspor dan impor?.

Saat ini mengulangi lagi supaya ingat kembali karena ekspor dan impor berkaitan dengan kegiatan ekonomi.

Pada umumnya, ekspor adalah menjual barang ke luar negeri sedangkan impor adalah membeli barang dari luar negeri persyaratan dan ketentuan. Berikut beberapa pengertian, contoh, tujuan, manfaat dan lainnya.

Pengertian ekspor adalah pengeluaran barang dari daerah pabeanan Indonesia untuk dikirim ke luar negeri dengan mengikuti ketentuan yang berlaku terutama mengenai peraturan kepabeanan.

Marolop Tanjung

Pengertian Ekpor dan Impor

Pengertian Ekpor dan Impor
  • Pengertian Ekspor

Ekspor adalah kegiatan menjual barang dari dalam negeri ke luar negeri. Contohnya seperti Indonesia memiliki tumbuhan jahe berlimpah, internasional membutuhkan jahe untuk keperluan masing-masing.

Maka termasuk perdagangan internasional dan indonesia salah satu mengekspor jahe ke beberapa negara, jadi Indonesia sudah melakukan kegiatan ekspor.

Apabila negara melakukan kegiatan ekspor tentunya harus menghasilkan produksi barang tertentu dalam jumlah sekian banyak. Sehingga bisa dikirimkan barang ke negeri tersebut bisa terpenuhi untuk masyarakatnya.

  • Pengertian Impor

Sedangkan impor adalah kegiatan menjual barang dari luar kedalam negeri untuk kebutuhan warga negara. Contohnya seperti negara Indonesia tidak memiliki tanaman gandum karena tidak bisa tumbuh.

Contoh Produk Ekspor dan Impor

Contoh Produk Ekspor dan Impor

Semakin tahun berganti kebutuhan manusia semakin meningkat di semua negara, mungkin dampak dari pemanasan global. Produk bahan baku menjadi kebutuhan seluruh negara.

Negara Indonesia berlimpah rempah-rempah yang dibutuhkan negara lain. Berikut beberapa contoh kegiatan ekspor negara Indonesia.

  • Kelapa sawit dan produk sawir

Sawit merupakan tumbuhan industri potensial penghasil minyak untuk memasak. Setiap tahun Indonesia memproduksi sawit sekitar 31 juta ton buat pasar dunia.

Tanah sawit Indonesia berasal dari wilayah Kalimantan, Aceh, Pantai Timur Surabaya dan Jawa. Sektor produksi sawit menyumbang US $ 18 miliar sebagai komoditas terbesar bagi Indonesia.

  • Tekstil dan produk tekstil

Ada tiga sektor industri tekstil yaitu hulu, menengah dan hilir, pembagian tersebut berdasarkan dari proses produksi. Awal pertama dari pembuatan serat (hulu, penenunan dan pencelupan (menengah) dan pengolahan pakaian jadi (hilir).

Salah satu usaha yang menjanjikan yaitu Industri tekstil dan produk tekstil, baik dalam negeri maupun luar.

Pada tahun 2017, produk tekstil bertambah mencapai US$ 12,3 miliar dan target setiap tahun produksi 1.680.000 ton.

  • Karet dan produknya

Di tahun 1876 awal mulai budidaya tanaman karet. Negara Indonesia setiap tahun produksi karet 3,2 juta ton masuk kategori terbesar di dunia setelah thailand.

Olahan tanaman karet yang dapat diekspor seperti getah karet (lateks), lembaran karet (sheet), karet remah (crump rubber), bongkahan. Sedangkan produknya seperti ban dan komponen.

Indonesia mempunyai target ekspor ke negara lain seperti Jepang, Korea Selatan, Brazil, Singapura, Vietnam, India, Jerman, Argentina dan lainnya.

Merk produk karet Indonesia yang terkenal di pasar internasional adalah GT Radial merupakan salah satu produsen ban mobil.

  • Biji Kopi

Biji kopi menjadi primadona dari segi keragaman dan kualitas di Indonesia. Biji kopi asli Indonesia masuk saingan di perdagangan dunia.

Indonesia paling dominan membudidayakan adalah jenis kopi Arabika dan Robusta. Ada juga kopi khas yang terkenal yaitu kopi luwak yang diproses dari hasil fermentasi biji kopi dalam perut hewan luwak. Kopi tersebut dari daerah seperti Toraja, Aceh dan Mandailing.

Baca juga: Pengertian OJK (Otoritas Jasa Keuangan)

Tujuan Ekspor dan Impor

Tujuan Ekspor dan Impor

Setelah anda telah mengetahui pengertian ekspor dan impor, kali ini masuk tujuan ekspor dan impor perlu anda ketahui sebagai berikut.

  • Tujuan Ekspor
  1. Mengendalikan harga produk ekspor dalam negeri.
  2. Menciptakan iklim kondusif.
  3. Menjaga kestabilan kurs valuta Asing.
  4. Menumbuhkan Industri dalam negeri.
  • Tujuan Impor
  1. Mengurangi keluarnya devisa keluar negeri.
  2. Memperkuat posisi neraca pembayaran.
  3. Memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Manfaat Ekspor dan Impor

moneter.id

Banyak sekali manfaat ekspor dan impor yang perlu anda pahami di bawah ini antara lain.

  • Manfaat ekspor
  1. Memperluas pasar bagi Indonesia.
  2. Menambah devisa negeri.
  3. Memperluas devisa negeri.
  • Manfaat impor
  1. Mendapatkan barang dan jasa yang tidak bisa dihasilkan.
  2. Mendapatkan teknologi modern.
  3. Mendapatkan bahan baku.

Jenis – Jenis Ekspor

Jenis - Jenis Ekspor

Sekian orang mungkin belum ada yang mengetahui jenis – jenis ekspor.
Santai, sudah tersedia 2 bagian jenis perlu anda pahami.

  • Ekspor langsung

Ekspor langsung adalah cara menjual produk barang atau jasa dengan bantuan eksportir (perantara) tersedia di negara tujuan. Proses pelaksanaan melalui distributor atau dari perwakilan perusahaan.

Ekspor langsung memiliki kelebihan yaitu bisa proses produksi terpusat di negara asal serta kontrol baik saat melakukan distribusi.

Tapi juga ada titik kelemahan yaitu terjadi hambatan perdagangan dan proteksionisme dari tujuan negara ekspor tertentu. Beserta membutuhkan jumlah biaya akomodasi terbesar untuk produksi dengan skala besar.

  • Ekspor tidak langsung

Ekspor tidak langsung umumnya adalah cara menjual produk barang melalui eksportir (perantara) pada negara asal, kemudian baru dijual.

Proses pelaksanaan ekspor tidak langsung melalui perusahaan manajemen (export managementcompanies) dan perusahaan pengekspor (export tradingcompaines).

Baca juga: Pengertian Proposal Usaha

Jenis – Jenis Impor

Jenis - Jenis Impor
  • Full Container Load (FCL)

Jenis impor barang menggunakan container maka dilakukan dengan satu shipper saja. Dalam container hanya berisi barang-barang satu shipper ke negara tujuan, jadi jenis impor ini tergolong besar.

  • Less Than Container Load (LTCL)

Jenis impor barang tidak menggunakan container atau kata lain yaitu parsial. Pengiriman barang jenis impor LTCL maka barang dikirim satu container dengan beberapa shipper dengan tujuan negara sama.

Jadi jenis impor LTCL termasuk golongan terkecil karena tidak perlu container yang besar.

Kegiatan Ekspor dan Impor

Yoga Pangestu Seorang Muslim Berasal Dari Kota Lampung yang Sedang Berusaha Mempelajari Ilmu Dunia & Akhirat.

Yakin gak mau komen?