Pengertian OJK (Otoritas Jasa Keuangan)

Pengertian OJK adalah lembaga memiliki fungsi banyak tugas penyelenggaraan sistem pengaturan, pengawasan, wewenang, pemeriksaan dan penyidikan terhadap sektor jasa keuangan.

Mulai dari sektor pasar perbankan yaitu pasar modal dan sektor non-bank contohnya seperti asuransi, dana pensiun dan lain-lain.

OJK awal dibentuk berdasarkan undang-undang nomor 21 tahun 2011. OJK sebuah lembaga yang memiliki sifat independen dan bebas dari campur tangan pihak lain.

Sejarah OJK

Sejarah OJK
ruangbelajarekonomi.blogspot.com

Ada lima langkah yang perlu dilalui oleh Otoritas Jasa Keuangan, Sebelum memulai rangkaian tugas secara menyeluruh, berikut:

  • Pada tanggal 15 Agustus 2015 telah membentuk tim transisi OJK tahap 1 yang bertugas hanya membantu para dewan komisioner OJK.
  • Pada tanggal 31 Desember 2012. OJK mulai efektif untuk beroperasi dalam tugas pengawasan Pasar Modal dan Industri Keuangan Non-Bank.
  • Pada tanggal 18 Maret 2013. Dibentuk lagi tim transisi tahap ke 2 yang berfungsi untuk pengalihan fungsi, tugas, wewenang peraturan dan pengawasan perbankan Bank Indonesia.
  • Pada tanggal 31 Desember 2013. OJK baru sepenuhnya menjalani semua tugas dan pengawasan terhadap kinerja perbankan.
  • Pada tanggal 01 Januari 2015. Pengawasan OJK ditambahkan ke Industri Non-Bank terhadap pengaturan dan pengawasan Lembaga Keuangan Mikro (LKM).

Latar Belakang OJK

mag.co.id

Pasti ada latar belakang dalam pembentukan OJK untuk penataan beberapa lembaga pelaksana yang bertugas mengatur dan pengawasan sektor jasa keuangan.

Beberapa latar belakang OJK yang perlu anda ketahui sebagai berikut, simak ya!!.

  • Amanat Undang

OJK diberikan amanat oleh undang-undang dalam pembentukan lembaga di sektor jasa keuangan. Tercakup seperti Perbankan, Asuransi, Sekuritas, Modal ventura, Dana Pensiun, Jasa Pembiayaan dan lain-lain untuk pengelolaan dana masyarakat.

  • Perkembangan Industri Jasa Keuangan

Adanya inovasi dalam sistem keuangan dan serta perkembangan teknologi begitu pesat. Maka dari itu membuat Industri keuangan lebih dinamis, kompleks dan saling terhubung.

  • Konglomerasi Lembaga Jasa Keuangan

Pengawasan sangat penting terhadap lembaga jasa keuangan yang memiliki cabang di bidang jasa keuangan hanya berbeda pelaksanaan usaha (konglomerasi). Contohnya bank punya anak cabang perusahaan seperti bidang jasa Asuransi, Sekuritas, Dana Pensiun dan Pembiayaan.

  • Perlindungan Konsumen

Semakin kompleks jasa keuangan tentu ada masalah dan pelanggaran di Industri juga sangat meningkat. Demikian diperlukan edukasi, perlindungan dan pembelaan terhadap konsumen.

Tugas dan Wewenang OJK

Tugas dan Wewenang OJK
pelajaran.co.id

OJK memiliki tugas dan wewenang dalam hal penyelenggaraan sistem pengaturan dan pengawasan terhadap semua Industri Jasa Keuangan di Indonesia.

  • Tugas OJK

Hanya ada 3 tugas berdasarkan pasal 6 dari UU no 21 tahun 2011 sebagai berikut:

A. Mengatur dan mengawasi aktivitas jasa keuangan di Perbankan maupun Non-bank.

B. Mengatur dan mengawasi aktivitas jasa keuangan di sektor Pasar modal.

C. Mengatur dan mengawasi aktivitas jasa keuangan di sektor asuransi, Lembaga Pembiayaan, dana pensiun dan lainnya.

  • Wewenang OJK

Kali ini beberapa wewenang OJK ketika bertugas dan pengawasan sebagai berikut.

A. Menetapkan peraturan perundang-undangan pada Industri jasa keuangan.

B. Membuat dan menetapkan peraturan pengawasan pada Industri jasa keuangan.

C. Membuat dan menetapkan kebijakan tentang pelaksanaan tugas OJK.

D. Mengatur tata cara penetapan pengelola statuter di lembaga jasa keuangan.

E. Mengatur struktur organisasi dan infrastruktur beserta pengelolaan kekayaan dan kewajiban.

F. Membuat dan menetapkan tata cara pemberian sanksi atas dasar peraturan perundang-undangan yang ada di jasa keuangan.

G. Membuat dan menetapkan peraturan tata cara pengawasan kepada Industri jasa keuangan.

H. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bisa melakukan seperti pengawasan, penyelidikan, perlindungan konsumen dan lainnya.

I. Memberikan sanksi administratif kepada pelaku yang melanggar peraturan perundang-undangan di jasa keuangan.

J. OJK berwenang bisa mencabut /memberi izin usaha, pengesahan dan penetapan lain-lain terhadap jasa keuangan.

Asas – Asas OJK

finansial.bisnis.com

Beberapa asas-asas OJK yang perlu anda ketahui mulai sekarang sebagai berikut.

  • Asas Independensi

Sudah disebutkan di pengertian OJK bahwa lembaga ini memiliki sifat independen dalam mengatur semua jasa keuangan di negara Indonesia.

  • Asas Kepastian Hukum

Pembentukan dan pelaksanaan lembaga OJK sudah berlandaskan hukum dan undang-undang yang telah berlaku di negara Indonesia.

  • Asas Kepentingan Umum

Latar belakang OJK dibentuk dan bertugas untuk kepentingan umum (konsumen). Maka pelaksanaan tugas OJK harus melindungi dan pembela kepentingan umum.

  • Asas Keterbukaan 

OJK memberikan kebebasan kepada masyarakat untuk informasi yang jujur dan tidak diskriminatif terkait apabila ada pelanggaran pada jasa keuangan.

  • Asas Profesionalisme

OJK memiliki banyak individu yang profesional setiap tugas pelaksanaan dan wewenang harus berlandaskan asas profesionalisme.

  • Asas Integritas

Dalam pelaksanaan tugas dan wewenang ojk tidak hanya berlandaskan asas profesionalisme. OJK harus berpegang teguh dengan nilai-nilai norma dan moral.

  • Asas Akuntabilitas

Semua pelaksanaan tindakan dan keputusan OJK untuk kebaikan konsumen dan bisa di eksekusi kepada masyarakat.

Visi & Misi OJK

eranusantara.com
  • Visi OJK

Menjadi lembaga pengawas industri jasa keuangan yang terpercaya, melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat. Mampu mewujudkan industri jasa keuangan menjadi pilar perekonomian nasional yang berdaya saing global serta dapat memajukan kesejahteraan umum.

  • Misi OJK.
  1. Mewujudkan terselenggaranya seluruh kegiatan di dalam sektor jasa keuangan secara teratur, adil, transparan, dan akuntabel.
  2. Mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil serta.
  3. Melindungi kepentingan konsumen dan masyarakat.‚Äč

Struktur OJK

ojk.go.id

Setiap lembaga pasti punya struktur . Kali ini bahas organisasi beberapa struktur OJK dibawah ini terdiri atas 2:

  • Dewan Komisioner OJK
  • Pelaksanaan kegiatan operasional

Struktur Dewan Komisioner OJK terdiri atas:

Ketua merangkap anggota:

  1. Wakil Ketua sebagai Ketua Komite Etik merangkap anggota.
  2. Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan merangkap anggota.
  3. Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal merangkap anggota.
  4. Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya merangkap anggota.
  5. Ketua Dewan Audit merangkap anggota.
  6. Anggota yang membidangi Edukasi dan Perlindungan Konsumen.
  7. Anggota ex-officio dari Bank Indonesia yang merupakan anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia.
  8. Anggota ex-officio dari Kementerian Keuangan yang merupakan pejabat setingkat eselon I Kementerian Keuangan.

Lembaga yang diawasi OJK

Ada beberapa lembaga yang diawasi OJK sebagai berikut.

  • Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia.
  • Perusahaan pergadaian.
  • Lembaga penjamin.
  • Perusahaan pembiayaan sekunder perumahan
  • PT permodalan sosial madani (persero)
  • PT danareksa (persero)

Fungsi OJK

OJK menyelenggarakan sistem pengaturan, pengawasan, pemeriksaan dan penyidikan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di sektor jasa keuangan.

Tujuan OJK

Pasal 4 UU nomor 21 tahun 2011 tujuan OJK supaya seluruh kegiatan pada sektor jasa keuangan berjalan dengan teratur, transparan, adil, akuntabel.

Berharap OJK mampu mendukung kepentingan jasa keuangan secara seluruh supaya bisa meningkat pertahanan ekonomi terhadap persaingan.

Contoh Makalah OJK

Yakin gak mau komen?